Proses Pemasangan Kanstin

Cara Memasang Kanstin untuk Proyek Trotoar Jalan

Posted on

Yaitu dengan mengandalkan bantuan benang yang digunakan untuk meluruskan posisi dari kanstin yang akan diletakkan. Kamu perlu menggunakan waterpass atau kayu berbentuk lurus yang dapat memudahkan dalam mengetahui apakah kanstin telah diletakkan dengan posisi lurus atau masih belum lurus.

Sementara itu, urutan peletakan kanstin yang benar untuk trotoar adalah:

  1. Pasang benang pembantu setiap jarak 4 m sampai 5 m. Jika pada lokasi pemasangan terdapat bak bunga, lubang saluran, atau konstruksi lain. Kamu harus memasang benang pembantu tambahan. Gunanya adalah agar pola tetap dapat dipertahankan.
  2. Kanstin dipasang secara berurutan mulai dari satu sisi ke sisi yang lainnya. Hindari memasang secara acak.
  3. Pada saat meletakkan kanstin, beri spasi 1 cm sampai 2 cm.
  4. Pemasangan baris pertama harus dijaga dengan hati-hati. Tetap ikuti alur yang sudah ada dan sesuai urutan secara teratur supaya pola pemasangan terbentuk dengan baik.
  5. Lubang-lubang pinggir kemudian diisi dengan pemadatan.

5. Pembuatan haunching

Proses selanjutnya adalah proses yang tidak kalah penting dari sebelumnya yaitu proses membuat haunching. Kebanyakan orang mengenal proses ini dengan sebutan metode mengunci kanstin. Proses haunching ini disebut-sebut sebagai proses yang sangat penting.

Alasannya adalah jika tanpa adanya proses ini tentu saja kanstin dapat dengan mudah bergeser atau berpindah tempat apabila terkena hantaman dari kendaraan lain. Dan jika hal ini benar terjadi, maka kanstin yang sedikit saja bergeser akan menimbulkan proses pembangunan penutupan jalan menjadi lebih rusak.

Kanstin dapat ditaruh pada sisi luar atau belakang dari kanstin sendiri apabila proses haunching telah selesai. Pada umumnya haunching untuk proyek trotoar jalan sama seperti haunching pada jalan-jalan yang terdapat di perumahan, yaitu mempunyai ketebalan minimal 75 meter. Sedangkan haunching untuk jalan-jalan biasa mempunyai ketebalan mencapai 100 mm, dan untuk jalan raya membutuhkan ketebalan 150 mm.

Baca juga :   Kelebihan dan kekurangan ACP (Aluminium Composite Panel)
Setelah Pemasangan Kanstin
Sumber: instagram@bluemooncm78

6. Metode terakhir pemasangan kanstin

Proses ini adalah proses terakhir pada pemasangan kanstin yakni dilakukan dengan cara mengandalkan mortar sebagai pelapis kanstin yang selanjutnya akan digunakan sebagai perekat. Mortar terdiri dari campuran material semen, kapur, dan pasir. Mortar memiliki ukuran ketebalan kurang lebih 12 mm sampai 20 mm.

Instalasi kanstin yang berbekal mortar dapat berjalan dengan lancar apabila kanstin mempunyai dimensi yang lebih besar jika dibandingkan dengan pembangunan penutupan jalan yang juga sangat besar. Tidak hanya mengandalkan mortar saja, proses akhir ini juga memerlukan sebuah besi dowel sebagai pengait dari plat beton.

Melakukan sebuah konstruksi kanstin yang ada di sepanjang jalan terkadang sangat rentan terhadap resiko kerusakan yaitu berupa tidak rata atau malah terlepas dari titik pemasangan semulanya. Hal tersebut dikarenakan adanya suatu bingkai pada jalur paving yang terlepas. Oleh karena itu, Kamu perlu mengamati metode dari penerapan kanstin untuk proyek trotoar jalan yang benar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Mengapa harus menggunakan kanstin? Kanstin dapat digunakan sebagai pembatas sekaligus meninggikan elevasi trotoar. Di mana pada kebanyakan kasus seringkali trotoar (pedestrian) mempunyai elevasi yang lebih rendah daripada jalan. Dengan begitu semakin terlihat mana yang area asli jalan raya dan mana area trotoar.

Selain itu dari segi estetika dan kerapihan dari trotoar jalan, pemasangan kanstin jelas mempunyai nilai plus tersendiri. Kanstin juga berperan dalam menahan dan mengunci paving block yang digunakan di atas permukaan tanah agar tidak bergeser.

Leave a Reply