5 Cara Melakukan Manajemen Logistik yang Baik di Perusahaan

5 Cara Melakukan Manajemen Logistik yang Baik di Perusahaan

Posted on

Manajemen logistik merupakan aspek yang sangat penting dalam menjalankan bisnis, karena berkaitan langsung dengan alur produksi perusahaan. Semakin efisien pengelolaan logistik yang dilakukan, maka perusahaan akan lebih mampu merespon perubahan maupun kejadian lain yang memengaruhi jalannya usaha. Misalnya, karena sebab tertentu, perusahaan kehabisan stok bahan baku untuk produksi. Sedangkan, jadwal pengiriman bahan baku dari vendor masih beberapa hari lagi. Perusahaan dengan manajemen logistik yang efisien akan mampu menjaga agar alur produksi tidak terhambat dalam kondisi demikian. Terdapat beberapa cara efektif untuk menjaga efisiensi tersebut, sebagaimana dikemukakan Render dan Heizer dalam buku “Operations management”, antara lain:

  1. Buatlah perencanaan yang baik

Manajemen logistik yang efisien berawal dari perencanaan yang baik. Meskipun terkadang muncul kejadian-kejadian istimewa di luar rencana, adanya perencanaan dapat mengurangi jumlah pengambilan keputusan yang bersifat luar biasa. Menyambung dari contoh sebelumnya, apabila perencanaan yang dibuat sejak awal sudah baik, maka akan kecil kemungkinan perusahaan untuk kehabisan stok bahan baku. Alhasil, perusahaan tidak perlu melakukan pemesanan bahan baku di luar jadwal. Perencanaan dapat mengurangi risiko kekurangan maupun kelebihan stok barang, sehingga alur gerak produksi tidak terganggu dan tidak menimbulkan kebutuhan biaya tambahan.

  1. Susun perencanaan cadangan

Setelah perencanaan utama dibuat, manajer logistik yang baik tetap perlu membuat rencana cadangan. Manajer harus selalu melakukan pengawasan pada setiap area logistik agar masalah yang timbul dapat dideteksi dan diselesaikan sebelum semakin besar. Dalam contoh stok bahan baku yang dijelaskan sebelumnya, manajer logistik yang baik semestinya sudah dapat mendeteksi kemungkinan kekurangan bahan baku sebelum benar-benar terjadi.

Apabila manajer memiliki rencana cadangan, pada kondisi tersebut ia akan segera tahu apa yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kehabisan bahan baku. Misalnya, dengan melakukan pemesanan kepada vendor di luar jadwal pengiriman yang semula direncanakan. Manajemen juga harus mengetahui saat yang tepat untuk berpindah kembali dari rencana cadangan ke rencana utama. Jika stok telah mencukupi, maka manajer harus segera kembali ke jadwal pengiriman sesuai rencana utama.

  1. Latih kemampuan berkomunikasi interpersonal
Baca juga :   Punya bisnis sendiri? jadi karyawan swasta? Atau ingin jadi PNS?

Ketika terjadi hal-hal di luar perkiraan, seorang manajer logistik perlu memberikan pengarahan maupun tugas tambahan kepada karyawannya. Hal tersebut dapat membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman apabila penyampaian manajer tersebut kurang baik. Misalnya, jika ternyata tidak tersedia vendor yang dapat melayani pembelian bahan baku secara mendadak, maka akan terjadi kekosongan produksi selama beberapa waktu.

Namun, untuk mengejar target produksi, manajer perlu meminta karyawannya untuk bekerja lembur ketika stok barang sudah ada. Permintaan tersebut perlu disampaikan dengan cara-cara yang baik agar karyawan tetap bekerja dengan suasana hati yang baik. Jika tidak, kinerja mereka pun akan menurun karena harus bekerja dengan hati kesal atau pikiran suntuk.

Leave a Reply