7 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membangun Perusahaan Sendiri

7 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membangun Perusahaan Sendiri

Posted on

Membangun perusahaan sendiri memang merupakan sebuah tantangan besar. Pastinya kamu membutuhkan persiapan dan rencana yang matang. Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu ketahui sebelum membangun perusahaan sendiri:

  1. Identitas perusahaan kamu

Identitas perusahaan merupakan salah satu bagian yang penting dalam membangun perusahaan. Identitas ini termasuk nama perusahaan, logo, online presence—eksistensi perusahaan di dunia digital, brand image, strategi kehumasan, dan lain-lain.

Sebelum membangun perusahaan, kamu perlu menetapkan identitas perusahaan yang akan kamu tampilkan kepada khalayak. Sebagai contoh, jika kamu bergerak di bidang logistik, kamu bisa menampilkan diri sebagai perusahaan yang sangat peduli dengan efisiensi waktu dan tenaga para konsumen kamu. Hal ini membantu kamu menerapkan brand image yang konsisten nantinya, yang akan menjadi modal dalam membentuk persepsi khalayak mengenai perusahaan kamu.

  1. Urusan hukum mengenai usaha dan bisnis

Persoalan legal dan hukum memang dapat menjadi hal yang menyulitkan bagi seorang pengusaha. Oleh karena itu, sebelum membangun perusahaan, pastikan kamu telah memahami urusan hukum mengenai usaha dan bisnis secara komprehensif. Berbagai perizinan dibutuhkan dalam membangun sebuah usaha, seperti izin mendirikan usaha, izin mendirikan bangunan, nomor pokok wajib pajak (NPWP), dan masih banyak lagi. Bisa jadi kamu tidak familiar dengan berbagai izin tersebut. Kamu bisa meminta bantuan dari pihak yang bergerak di bidang hukum, seperti pengacara, notaris, ahli hukum, dan seterusnya.

  1. Persoalan funding

Pembiayaan atau funding juga merupakan elemen terpenting dalam proses pembangunan sebuah perusahaan. Sebelum memulai usaha, pastikan kamu mengetahui darimana dana untuk kelancaran aktivitas perusahaanmu nanti berasal. Biaya ini bisa berasal dari modal milikmu sendiri, atau bisa juga dengan meminta bantuan funding dari pihak-pihak lain, seperti investor dan rekan kerja.

  1. Partner potensial
Baca juga :   Pentingnya Akuntansi dalam Berbisnis

Pastikan kamu mengetahui pihak-pihak mana saja yang dapat kamu ajak bekerjasama agar perusahaanmu mampu berkembang dengan baik di kemudian hari. Kamu bisa mulai membuat daftar perusahaan, lembaga, institusi, organisasi, maupun komunitas yang bergerak di bidang yang berkaitan dengan usahamu.

Petakan para pemangku kepentingan (stakeholders) di masing-masing pihak tersebut, serta bentuk kerjasama yang bisa perusahaan kamu lakukan bersama dengan mereka. Sebagai contoh, apabila bisnismu bergerak di bidang media, kamu bisa mengajukan ajakan kerjasama dengan aliansi jurnalis, perusahaan media lain, lembaga media independen, organisasi mahasiswa, dan seterusnya.

  1. Pilih akuntan dan pengurus pajakmu

Sebuah perusahaan memiliki banyak urusan perpajakan, sesuai dengan aturan Undang-Undang di tingkat daerah maupun negara. Urusan ini membutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni di bidang pajak, akuntasi, dan birokrasi. Karenanya, kamu perlu memilih akuntan dan pengurus pajak bagi perusahaanmu. Pihak akuntan inilah yang akan membantu menata hal-hal yang bersifat administratif dan berkaitan dengan perpajakan bagi perusahaanmu.

  1. Cara menyasar target khalayak

Sebelum mulai berbisnis, kamu harus mengetahui cara untuk menyasar target khalayak kamu. Cara ini dituangkan dalam bentuk business plan dan marketing plan yang baik. Pada kedua rencana tersebut, kamu dapat menuliskan estimasi jangka waktu balik modal dan perolehan keuntungan, cara memasarkan produkmu, anggaran, pengeluaran, dan sebagainya. Hal-hal tersebut penting untuk dicanangkan sebelum kamu mulai membangun usaha, karena perencanaan yang baik akan memberikan hasil yang baik pula.

  1. Rencana bisnis jangka panjang

Kamu perlu membangun rencana bisnis jangka panjang sebelum mulai membangun sebuah perusahaan. Sesuaikan rencana bisnis dengan kemampuan kamu beserta timmu, agar rencana tersebut bersifat visioner namun tetap realistis. Sebuah bisnis yang visioner biasanya akan lebih banyak diminati oleh para investor.

Leave a Reply