Penyebab yang membuat kontraktor rugi

4 Penyebab yang membuat kontraktor rugi

Posted on
Umumnya, penyebab yang membuat kontraktor rugi merupakan hal yang sangat diwaspadai oleh semua kontraktor senior yang berkecimpung di dunia proyek konstruksi. Berbeda medan, berbeda pula cara menjalaninya. Tidak seperti pada pekerjaan biasanya, menjadi kontraktor pelaksana itu berarti siap memilih diantara 2 hal, yaitu : rugi atau keuntungan yang sangat besar. Kisaran kerugian yang akan dialami oleh kontraktor pelaksana kadang berbeda-beda untuk setiap proyek yang di kerjakan jika tidak berhati-hati dalam mengerjakannya. kisaran kerugiannya pun tak main-main diantara puluhan juta hingga triliunan rupiah tergantung anggaran proyek yang sedang dikerjakan. Untuk mengetahui apa saja penyebab yang membuat kontraktor bangkrut, kali ini perpusteknik.com akan membahasnya dengan rinci, agar anda yang ingin menjadi kontraktor pelaksana juga dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga dari bahasan ini.

4 Penyebab yang membuat kontraktor rugi

[sc name=”iklan-teknik-sesuai-konten” ]
1. Kurang berpengalaman
Penyebab yang membuat kontraktor rugi pertama adalah kurangnya pengalaman dari kontraktor itu sendiri. Pasalnya, pengalaman adalah hal yang sangat penting agar kontraktor pelaksana mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Seperti halnya menjalin hubungan dengan jaringan kerja yang terdiri dari project manager, site manager, pelaksana lapangan, logistik dan pemborong pekerjaan. Salah satu contohnya dari kasus yang membuat kontraktor rugi dari kurangnya pengalaman adalah kurang ahli dalam hal manajemen logistik yang akan mengalami kerugian disebabkan oleh :
  1. Adanya permainan harga material
  2. Catatan nota palsu, dan
  3. Pengambilan material tanpa sepengetahuan dari kontraktor untuk keperluan orang yang kurang bertanggung jawab.
Walaupun terkesan berburuk sangka pada orang-orang bagian logistik, tetapi hal ini adalah kejadian-kejadian yang bisa saja terjadi apabila kontraktor tidak teliti dalam meninjau bagian logistik secara berkala. Permasalahan yang mungkin bisa terjadi akibat bagian logistik ini adalah :
Baca juga :   Perbedaan Teknik Sipil dan Teknik Arsitek
  1. Material di lapangan terasa selalu tidak mencukupi walaupun sudah melakukan perhitungan MC 0 yang sesuai dengan gambar kerja
  2. Keuangan perusahaan tidak stabil akibat pembelanjaan material
  3. Keterlambatan pekerjaan akibat macetnya material sehingga kadang proyek tidak dapat diselesaikan tepat waktu dan kontraktor harus membayar denda sekian persen untuk setiap hari keterlambatan.
Untuk menghindari penyebab yang membuat kontraktor bangkrut dari problem ini setidaknya kontraktor harus :
  1. Memilih orang yang tepat dan dapat dipercaya serta berpengalaman dalam mengelola logistik
  2. Selalu menjalin komunikasi dengan pihak distributor material untuk mengecek bahan yang masuk
  3. Membuat catatan tersendiri untuk setiap material yang terpakai
  4. Memprediksi jangka waktu pemesanan material dari pihak distributor material agar tidak terjadi keterlambatan pasokan material di lapangan.
2. Tidak memiliki strategi kerja
Penyebab yang membuat kontraktor rugi selanjutnya adalah tidak memiliki strategi kerja. Strategi kerja pada umumnya membuat pekerjaan lebih teratur dan dapat mencapai target penyelesaian proyek. Jika kontraktor tidak memiliki strategi kerja, berari proyek yang dikerjakan oleh pihak kontraktor akan amburadul dan akan dicap sebagai proyek abal-abal. Biasanya, tanda-tanda dari kontraktor yang tidak memiliki strategi kerja adalah :