5 Tips Tentang Lelang Proyek Konstruksi

5 Tips Tentang Lelang Proyek Konstruksi

Lelang Proyek Konstruksi merupakan kegiatan yang amat penting dalam proyek pembangunan yang diselenggarakan oleh lembaga swasta atau lembaga pemerintah, lelang proyek konstruksi mempunyai peran utama dalam menilai profesionalisme setiap perusahaan yang menyediakan jasa konstruksi. Dalam hal ini panitia lelang akan menilai dan dapat mengetahui bagaimana dan sejauh apa kapabilitas setiap perusahaan yang mengerjakan proyek yang di lelang. Pada konten kali ini perpusteknik.com akan membahas seputar lelang proyek konstruksi.

1. Cerminan perusahaan menjadi penilaian panitia lelang.

Cerminan dari setiap perusahaan yang menyediakan jasa di dalam bidang konstruksi awalnya dinilai dari bagaimana mereka mempresentasikan dokumen penawaran. Misalnya, apabila sebuah perusahaan yang membuat dokumen penawaran asal-asalan, dimana ukuran kertas tidak seragam, ada kesalahan dalam penulisan, hasil dokumen penawaran tidak tersusun rapi dan lain sebagainya maka panitia lelang akan berfikir banyak kali untuk memenangkan proyek kepada perusahaan dengan nilai lelang yang amat besar.

2. Menyusun dokumen penawaran untuk proyek yang dilelang.

Di dalam menyusun dokumen penawaran, bukanlah sesuatu perkara yang mudah untuk dilaksanakan. Hal ini disebabkan, setiap perusahaan yang mengikuti proyek lelang haruslah teliti, hati-hati dan serius untuk menyusun dokumen penawaran sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat atau biasa disingkat dengan RKS. Disisi lain setiap perusahaan yang mengikuti lelang juga harus menyediakan anvouling (Berita Acara Penjelasan Lelang) dan dokumen pendukung lainnya. Dalam penyusunan dokumen proyek lelang, tak tanggung-tanggung setiap perusahaan yang menyediakan jasa konstruksi mempekerjakana karyawannya pagi, siang, dan malam, bahkan sampai bekerja lembur hanya demi memenangkan proyek yang dilelang.

3. Memahami lebih jauh tentang lelang proyek konstuksi.

Kesimpulannya, apabila anggaran lelang yang di umumkan oleh panitia lelang semakin besar, maka semakin rumit juga RKS dan anvouling-nya serta dokumen pendukung lainnya, dan biasanya perusahaan baru yang mengikuti proyek lelang dengan anggaran yang sangat besar sangat sulit untuk menyaingi perusahaan yang telah memiliki banyak pengalaman. Biasanya dalam proyek lelang juga diadakan kerjasama antara perusahaan baru dan dan perusahaan lama yang memiliki banyak pengalaman. tujuannya hanya 1, yaitu agar dapat memiliki pengalaman dengan mengerjakan proyek yang memiliki anggaran yang sangat besar. Biasanya prosentasi pembagian keuntungan dalam kerjasama di ambil 60/40. Artinya 60% untuk perusahaan yang memiliki banyak pengalaman dan 40% untuk perusahaan baru (belum memiliki pengalaman dalam mengerjakan proyek lelang dengan anggaran besar).

Baca juga :   5 Tips melakukan opname yang benar pada konstruksi gedung
4. Pertimbangan oleh setiap perusahaan yang mengikuti lelang.

Di dalam menyusun dokumen proyek lelang, setiap perusahaan jasa konstruksi mempertimbangkan banyak aspek dalam mengambil proyek yang telah di lelang oleh panitia lelang. Mulai dari anggarannya, RKS-nya, metode kerja, termin-nya, pengalamannya dan lain-lain. karena setiap perusahaan juga sadar, sejauh apa kemampuan mereka dalam mengerjakan proyek yang telah dilelang. Biasanya anggaran yang wajar di ambil oleh perusahaan baru, anggaran yang diambil adalah kurang dari 2 milyar (kisaran anggaran proyek kecil). apabila perusahaan baru semakin lama berkecimpung di dunia konstruksi, maka ini akan menaikkan martabat perusahaan tersebut di mata panitia lelang, asalpun perusahaan tersebut tidak memiliki catatan etikat buruk dalam mengerjakan proyek yang telah dilelang. Dari pengalaman inilah panitia lelang akan menaruh kepercayaan pada perusahaan yang dianggapnya mampu mengerjakan proyek tersebut.

5. Kunci dalam memenangkan lelang proyek konstruksi

Sebenarnya ada 2 aspek utama yang menjadikan panitia lelang menilai untuk perusahaan yang mampu dianggap memenangkan proyek lelang, yang pertama adalah penyusunan dokumen penawaran dan yang kedua adalah pengalaman yang sama dalam mengerjakan proyek lelang. Berbicara pengalaman inilah merupakan kunci yang paling berpengaruh dalam penilaian panitia lelang. Misalnya, panitia lelang mengumumkan bahwa akan ada proyek rehabilitas jembatan dengan anggaran 721 milyar, maka setiap perusahaan yang mengikuti lelang tersebut haruslah memiliki minimal 1 pengalaman yang sama dalam proyek rehabilitasi jembatan mencapai anggaran ratusan milyar. Jika belum memiliki pengalaman yang sama, besar kemungkinan perusahaan tersebut akan digugurkan oleh panitia lelang, maka darisinilah kerjasama dengan perusahaan lain yang memiliki pengalaman yang sama sangat dibutuhkan seperti yang dijelaskan pada bahasan diatas.

Baca juga :   5 Alasan mengapa harus diadakan kontrak kerja yang baik..!!
Kesimpulan..

Intinya, memahami proyek lelang sangatlah mudah. TETAPI… menjalankannya itu lumayan sulit, tingkat kesulitan proyek yang dilelang terlihat dari besar kecilnya anggaran yang dianggarkan. begitu banyak aspek yang mesti diperhatikan oleh pimpinan dan staf perusahaan dalam memperebutkan proyek yang dilelang oleh panitia lelang. Jadi, jika anda ingin berkecimpung di dunia pelelangan jasa konstruksi siapkah anda memperhatikan bahasan yang ada di konten ini?..

Mohon dukungannya...
Ayo dukung website perpusteknik.com dengan berlangganan konten terbaru !! caranya dengan mengklik lonceng disudut kiri bawah atau lihat petunjuknya disini… dan jangan lupa juga bagikan konten-konten di perpusteknik.com untuk saling menambah pengetahuan melalui media sosial. Terima kasih atas dukungannya ^_^…

Perpus Teknik

Pemilik sekaligus pengelola Website Perpusteknik.com

Leave a Reply

Hak Cipta © PerpusTeknik 2020