4 aspek memilih pekerjaan

Punya bisnis sendiri? jadi karyawan swasta? Atau ingin jadi PNS?

Posted on
Setiap pekerjaan memiliki mekanisme yang berbeda-beda, begitupun bekerja untuk bisnis sendiri, bekerja menjadi karyawan swasta atau mungkin bekerja menjadi PNS. Dilihat dari perbandingan inilah perpusteknik.com akan membahas perbedaan dari ketiganya ditinjau dari sudut pandang dan pemahaman yang sederhana :

1. Tugas dalam Pekerjaan

memilih pekerjaan
Setiap tugas dalam karyawan swastaan itu berbeda-beda, tergantung dari jenis pekerjaan yang dikerjakan. Untuk itu ada 3 jenis tugas yang mesti diperhatikan oleh orang-orang dalam kerjanya, tugas ini tergolong dari :
— 1.1 Tugas seorang pebisnis
Jika anda ingin menjadi seorang pebisnis, itu sama saja posisi anda sebagai manager yang berkuasa atas segala sesuatu yang berada di dalam bisnis anda. Tetapi, disisi lain tanggung jawab anda begitu besar, dan segala resiko yang mungkin akan terjadi adalah tanggungan anda. walaupun anda memiliki karyawan swasta, tetapi karyawan swasta anda tidak memiliki kewajiban penuh untuk mengatasi segala resiko yang akan terjadi. jika anda adalah seorang pebisnis itu tugas anda adalah membuat segala aturan yang mesti dijalankan dan anda wajib mengarahkan karyawan swasta anda untuk mengantisipasi segala resiko yang membuat bisnis anda bangkrut, menjalin kerjasama dengan orang lain, meninjau pergerakan pasar dan lain-lain.
—1.2 Tugas seorang karyawan swasta
Jika anda ingin menjadi karyawan swasta yang bekerja pada orang lain, maka itu berarti anda harus memenuhi kewajiban dan aturan yang dibuat oleh pemimpin anda. Jika melakukan pelanggaran dalam tugas, dihukum atau tidak dihukum itu tergantung dari kebijakan pemimpin anda. Menjadi karyawan swasta terkadang tidak membutuhkan keahlian yang khusus tetapi membutuhkan hanya kesungguhan dan keseriusan dalam bekerja, agar pimpinan perusahaan merasa senang dengan kinerja anda. [sc name=”iklan umum link”]
Baca juga :   5 Usaha yang menguntungkan dengan modal kecil
—1.3 Tugas seorang PNS
Jika anda ingin menjadi PNS, maka tugas anda harus sesuai dengan keahlian anda. Sangat tidak mungkin jika anda adalah lulusan pendidikan sosial dan budaya akan mengemban tugas sebagai guru ekomi atau guru olahraga dan lain sebagainya. disisi lain, kadang hukuman bagi PNS yang lalai dari tanggung jawab adalah dilakukannya mutasi dan penurunan jabatan.

2. Waktu Kerja

memilih pekerjaan
Jika berbicara mengenai waktu kerja, setiap profesi kerja pun memiliki waktu kerja yang berbeda-beda. Waktu kerja ini tergolong dari:
—2.1 Waktu kerja pebisnis
Jika ingin menjadi seorang pebisnis, waktu kerja anda tidak beraturan. Kadang santai, kadang tidak bekerja, dan kadang sangat sibuk berhari hari. Walaupun anda akan memiliki kaki tangan dalam bisnis anda, bisnis anda tidak mungkin berjalan dengan baik jika anda lepas tangan begitu saja dan membiarkan hanya kaki tangan anda saja yang mengelolanya.
—2.2 Waktu kerja karyawan swasta
Jika anda ingin menjadi karyawan swasta, maka waktu anda diatur oleh pimpinan anda. Umumnya waktu standard kerja yang diterapkan di Negara kita adalah 7-8 jam, atau dari jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore. Tetapi jika anda menjadi karyawan swasta bisa saja anda diminta untuk lembur, jika kerjanya sangat terdesak (deadline). Biasanya kelemahan menjadi karyawan swasta adalah tidak adanya uang lembur, tetapi mungkin hanya konsumsi yang disediakan untuk jam lembur saja.
—2.3 Waktu kerja PNS
Jika anda ingin menjadi PNS, maka waktu kerja anda sudah bisa dipastikan memiliki standard waktu 8 jam/hari. Walaupun tugas anda telah selesai, anda diwajibkan tetap menyelesaikan jam kerja anda, kecuali ada hal / sesuatu yang sangat mendesak yang membuat anda pulang lebih cepat dari karyawan swastaan anda. Kelebihan dari PNS yaitu ada uang lembur dan uang makan, jika kerjanya lembur. Uang lembur ini berdasarkan golongan, hal tersebut diatur dalam Lampiran Permenkeu 32/2018 adalah sebagai berikut :
Baca juga :   Stress saat bekerja? Lakukanlah hal berikut !!
Tabel 2.3.1 : Uang Lembur

Golongan

Satuan

Biaya TA 2019

1. Golongan I

OJ

Rp 13.000

2. Golongan II

OJ

Rp 17.000

3. Golongan III

OJ

Rp 20.000

4. Golongan IV

OJ

Rp 25.000

Tabel 2.3.2 : Uang Makan Lembur

1 comment

  1. Having read this I thought it was really enlightening.

    I appreciate you finding the time and effort to put this information together.

    I once again find myself spending a significant amount of time both reading and leaving comments.

    But so what, it was still worthwhile!

Leave a Reply