Buat Desain Logo yang Lebih Menarik dengan Prinsip-prinsip Ini!

Buat Desain Logo yang Lebih Menarik dengan Prinsip-prinsip Ini!

Posted on

Pada umumnya, setiap brand dari badan usaha memiliki sebuah logo berupa gambar atau tulisan. Namun, logo bukanlah hanya sekedar gambar. Melainkan sebuah pesan emosional yang ingin dikomunikasikan mengenai brand tersebut.

Misalnya, saat melihat logo restoran dengan warna merah, secara emosional khalayak yang melihat akan lebih terpancing nafsu makannya. Karena warna merah dipercaya dapat memacu emosi dan hasrat seseorang.

Selain masalah kesan emosional, sebuah logo juga harus mengikuti prinsip-prinsip yang sesuai agar dapat dipergunakan dengan efektif dalam jangka waktu yang panjang. Prinsip-prinsip tersebut antara lain:

Simpel

Buatlah logo yang simpel dan dapat menarik perhatian. Logo yang simpel dapat membuat setiap orang lebih mudah menangkap identitas brand. Jika kamu melihat sebuah brand dengan logo yang berwarna-warni dengan elemen garis dan bentuk yang terlalu ramai, pasti akan tidak mudah dipahami maksudnya kan?

Mudah Diingat

Agar identitas brand menjadi top of mind para khalayak, logo yang dibuat harus mudah diingat. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat logo yang unik dan sesuai dengan identitas brand. Kembali ke prinsip awal, desain logo yang simpel dapat membantu untuk membuat logo jadi lebih mudah diingat.

Tahan Lama

Agar tidak berubah-ubah seiring berkembangnya jaman, logo harus bersifat tahan lama. Artinya, logo harus dibuat secara umum, tidak hanya mengikuti trend yang sedang berjalan. Jadi, pikirkan apakah logo tersebut masih efektif dalam beberapa tahun ke depan.

Serbaguna

Logo yang dibuat harus dapat digunakan dalam berbagai medium, baik itu kertas, billboard, ataupun dalam bentuk digital. Oleh karena itu, logo biasanya dibuat dalam format vektor agar ukurannya dapat diperbesar tanpa harus membuat penampilannya pecah.

Kesesuaian

Logo yang dibuat harus sesuai dengan identitas atau jenis usaha yang dilakukan sebuah brand. Hal ini sesuai dengan penjelasan sebelumnya mengenai kesan emosional dalam sebuah logo. Oleh karena itu, perhatikan beberapa bentuk dan tipografi yang mewakilkan brand.

Dalam memperhatikan kesesuaian antara logo dengan pesan yang ingin disampaikan, terdapat beberapa psikologi bentuk logo yang perlu digunakan agar makna yang dimaksud lebih mudah dimengerti oleh khalayak, antara lain:

  1. Melingkar atau Melengkung

Bentuk logo melingkar atau melengkung memperlihatkan hubungan emosional yang dekat dan erat seperti cinta, persahabatan, dan persatuan. Selain itu, logo yang berbentuk lengkungan juga menimbulkan kesan dinamis, lembut dan ramah. Hal ini dikarenakan lingkaran terlihat lebih lentur dibandingkan bentuk persegi maupun segitiga.

  1. Persegi Panjang – Vertikal

Pernah melihat sebuah gedung tinggi yang menjulang? Terlihat megah bukan? Hal ini juga serupa dengan kesan emosional yang dirasakan dari logo dengan bentuk persegi yang bersifat vertikal. Bentuk tersebut memberikan kesan kuat, gagah, profesional dan megah.

  1. Persegi Panjang – Horizontal

Berbeda dengan bentuk logo persegi yang menjulang vertikal, logo dengan bentuk persegi panjang secara vertikal lebih menunjukkan hubungan sejajar tanpa strata yang lebih tinggi atau rendah. Bentuk vertikal juga memperlihatkan stabilitas, ketenangan, serta kesan yang elegan pada sebuah brand.

  1. Bentuk Bebas

Bentuk logo yang bebas biasanya dimaksudkan untuk memperlihatkan secara langsung elemen-elemen yang terkait dengan brand tersebut. Misalkan, logo berbentuk siluet wanita pada sebuah brand kecantikan memperlihatkan secara lebih jelas relevansi antara logo dengan usaha yang ditawarkan brand.

Selain dari segi bentuk gambar, jenis gaya huruf yang dipilih juga penting untuk menyampaikan pesan psikologis pada sebuah logo, yaitu dengan tipografi. Tipografi merupakan sebuah ilmu penataan huruf, hal ini berkaitan dengan font tulisan yang biasa digunakan saat melakukan proses desain pada sebuah logo. Umumnya, jenis font atau gaya huruf yang digunakan adalah serif atau sans serif. Berikut penjelasannya.

  1. Serif

Serif adalah jenis font yang memiliki sirip berupa garis-garis kecil pada ujung huruf. Garis-garis ini biasa disebut dengan counterstroke yang membuat huruf lebih mudah dibaca. Bentuk font jenis serif memberikan kesan formal, tegas, serta profesional.

Contoh-contoh jenis font serif adalah times new roman, bookman old style, dan book antiqua.

  1. Sans Serif

Berbeda dengan serif, font jenis sans serif tidak memiliki garis tambahan pada setiap ujung huruf dan terlihat lebih solid. Sans Serif memperlihatkan kesan luwes, dinamis, ramah, dan ceria.

Contoh-contoh jenis font sans serif adalah arial, century gothic, lemon, dan sebagainya.

Buat Desain Logo yang Lebih Menarik dengan Prinsip-prinsip Ini!

Kesimpulannya, sehubungan dengan pentingnya kesesuaian antara brand dengan logo yang dibuat, jangan lupa untuk memperhatikan kesan dan pesan emosional dari logo tersebut dengan memerhatikan bentuk dan tipografi yang telah dijelaskan. Selamat mencoba ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *