Tiga Jenis Infografis

Tiga Jenis Infografis

Posted on

Infografis hadir sebagai salah satu solusi agar kamu dapat menyajikan sejumlah data dengan cara yang menarik. Sedikitnya waktu seseorang untuk membaca, membuat suatu narasi yang penuh data menjadi terkesan monoton dan membosankan. Alhasil, bukan pemahaman yang akan didapat oleh pembaca, melainkan tulisan kamu tersebut justru akan ditinggalkan.

Infografis merupakan salah satu bentuk penyajian data yang saat ini banyak dimanfaatkan baik oleh media cetak maupun audio visual seperti televisi dan internet. Infografis berarti menyajikan data atau informasi dalam bentuk visual. Dengan infografis, kamu dapat mengubah data-data yang kompleks menjadi informasi sederhana sehingga menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca. Membaca serangkaian poin penting disertai dengan tambahan ilustrasi mendukung tentu lebih menarik perhatian, bukan? Untuk itu, terdapat tiga jenis infografis yang harus kamu ketahui sebagai bentuk variasi penyajian data agar menjadi semakin menarik, yaitu:

  1. Infografis Statis

Infografis statis adalah infografis yang tidak bergerak tanpa ada tambahan suara pendukung. Biasanya infografis jenis ini banyak dimanfaatkan oleh website dan media cetak seperti koran, majalah, buku, dan poster. Bentuk dari infografis statis beragam, mulai pie chart, line chart, bar chart, doughnut chart, dan sebagainya.

Biasanya infografis statis dipadukan dengan berbagai warna dan ilustrasi mendukung lainnya agar terlihat lebih menarik. Untuk membuat infografis statis, kamu bisa mencoba aplikasi online gratis seperti Easy.ly dan Picktochart atau dengan menggunakan Adobe Photoshop.

  1. Infografis Animasi

Infografis animasi berbentuk audio visual. Infografis jenis ini ditampilkan dalam bentuk video dua atau tiga dimensi bergantung pada kebutuhan si pembuat infografis. Dikarenakan berbentuk video, selain memuat serangkaian data dan ilustrasi yang mendukung, infografis animasi juga mengandung unsur motion atau pergerakan. Aspek audio yang mendukung juga membuat infografis jenis ini menjadi lebih menarik dan mampu ‘menyedot’ fokus penggunanya sehingga menimbulkan pemahaman yang lebih dalam. Audio yang berperan untuk membangun suasana ini dapat berbentuk back sound atau suara latar, voice over (penjelasan), ataupun hanya berupa audio transisi yang mendukung.

Leave a Reply