Mortar

Fakta Menarik Tentang Mortar

Posted on

Dalam dunia teknik sipil yang sangat erat kaitannya dengan beton. Beton sebagai penahan bangunan dan beban yang ada di dalamnya. Sebelum beton terbnetuk, maka campuran yang berisikan air, agregat halus dan semen yang sering dibuat bahan beton. Campuran itulah yang dinamakan Mortar.

Mortar

Pengertian Mortar 

Menurut para ahli, Mortar adalah campuran material yang terdiri dari agregat halus (pasir), bahan perekat (tanah liat, kapur, semen portland) dan air dengan komposisi tertentu.

Berdasarkan bahan jenis pembuatnya, mortar dapat dibagi menjadi tiga jenis mortar yang perlu kamu ketahui, diantara:

  • Mortar lumpur, yaitu mortar dengan bahan perekat tanah
  • Mortar kapur, mortar dengan bahan perekat kapur
  • Mortar Semen yaitu mortar dengan bahan perekat semen.

Selain jenis mortar tersebut, mortar mempunyai nilai penyusutan yang relatif kecil. Sehingga mortar harus tahan terhadap penyerapan air serta kekuatan gesernya yang dapat memikul gaya gaya yang bekerja pada mortar tersebut. Apabila penyerapan air pada mortar teralu besar sehingga mortar akan cepat mengeras dengan cepat dan kehilangan adhesinya.

Tipe Tipe Mortar

Berdasarkan SNI 03m-6882-2002, tipe mortar diantaranya:

  1. Mortar tipe M adalah mortar dengan kekuatan 17,2 MPa
  2. Mortar tipe S adalah mortar dengan kekuatan 12,5 MPa
  3. Mortar tipe N adalah mortar dengan kekuatan 5,2 MPa
  4. Mortar tipe O adalah mortar dengan kekuatan 2,4 MPa

Mortar

Bahan-Bahan Penyusun Mortar

masalah yang dihadapi oleh seorang engineer adalah bagaimana merencakan komposisi dari bahan bahan penyusun mortar agar dapat memeuhi spesifikasi teknik yang ditentukan. Bahan-bahannya diantaranya:

  • Air, merupakan bahan dasar pembuatan mortar yang bereaksi dengan semen serrta menjadi pelumas antara butiran agregat agar dapat mudah dikerjakan dan dipadatkan. Kadar air dari agregat. Kadar air dalam agregat akan mengurangi jumlah air yang diperlukan dalam campuran. Dalam hal ini diperlukan untuk meningkatkan jumlah air yang perlu ditambahkan dalam campuran mortar dengan persyaratan sebagai berikut:
    1. Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam alkali dan bahan organik lainnya yang dapat merusak beton.
    2. Diperlukan pengujian kualitas air dengan cara pengujian di laboratorium
    3.  Jumlah air yang digunakan dalam adukkan dapat ditentukan dengan ukuran berat dan dilakukan sekaurat mungkin.
  • Portland Cement, adalah bahan konstruksi yang banyak digunakan untuk beton yang didefiniskan sebagai semen hidrolik yang dihasilkan dengan menggiling klinker (batu kapur) dan bahan lainnya yang diperlukan.
  • Agregat, merupakan sekumpulan butir batu pecah, kerikil, pasir atau mineral lainna yang berupa hasil alam maupaun buatan. Agregat yang digunakan dalam penyusun mortar adalah agregat halus yang ukuran butirannya lebih kecil dari 4,75 mm atau 4,80 mm.
Baca juga :   Perbedaan bata merah dan bata ekspos

Pengujian Mortar – Kuat Tekan

Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan mortar yang mem[engaruhi nilai ketahanannya sesuai dengan spesifikasi bahan penyusunnya. faktor-faktor yang mempengaruhi mutu dan kekuatan mortar adalah:

  1. Faktor Air Semen, merupakan perbandungan berat air dan berat semen yang digunakan dalam adukkan beton.
  2. Umur Mortar, kekuatan beton maupun mortar akan terus bertambah dengan naiknya umur mortar tersebut sampai umur 28 hari. seteah itu akan mengalami relatif lebih kecil.
  3. Perawatan Mortar, yang dilakukan setelah mortar mencapai final setting (mengeras). Perawatan dilakukan agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. Perwatan dilakukan dengan pembasahan, penguapan/Steam dan dengan membran.
  4. Pengaruh Air alut terhadap Mortar, air laut tidak boleh digunakan untuk pembuatan beton prategang atau pra-tekan, karena berhubungan langsung dengan betonnya. karena mengurangi kerugian pengaruh air laut agar penetrasi air laut ke beton menjadi semakin sulit karena tingkat kepadatan beton yang semakin tinggi.
  5. Sifat-Sifat Mortar, berdasarkan ASTM C91, SNI 03-6882-2002 menjelaskan sifat-sifat mortar sebagai berikut:
    • Sifat Mortar Segar, adalah sifat ketika mortar belum mengeras dan memiliki sifat workability dan waktu ikat.
    • Sifat mortar Keras, adalah sifat dimana mortar telah mengeras yang memiliki sifat penyerapan air dan kuat tekan

Jenis Mortar dan Kegunaannya

Berdasarkan jenisnya, ada 4 jenis mortar, sebagai berikut:

  1. Thinbed Mortar / Perekat Bata Ringan. Mortar ini sering disebut dengan lem hebel atau perekat bata ringan. Effisiensi penggunaannya yang sangat tinggi dibandingkan dengan semen konvensional. Hal ini dilakukan dengan mengoles tipis mortar untuk bisa direkatkan dengan bata ringan. umumnya menggunakan kemasan 40 kilogram mortar untuk 10 -14 meter persegi dinding rumah.
  2. Plester dinding, yang sering diaplikasikan dalam memplester dinding bata ringan, bata merah dan batako. Penggunaannya lebih hemat karena dicampur dengan air dan kualitas konsisten.
  3. Acian Instan, yang dikhususkan untuk menghaluskan permukaan dinding. Keuntungannya lebih cepat kering, dinding lebih padar sehingga tidak akan menyerap zat acir serta tidak diperlukan plamir sehingga lebih hemat biaya.
  4. Pemasang keramik, yang digunakan khusus untuk pemasangan keramik. Keuntungannya dapat meminimalisir rusaknya keramik karena mudah terlepas atau terangkat akibat panas (popping).
Baca juga :   Yuk Ketahui Cara Pemasangan Paving Block

Setiap mortar yang dibedakan berdasarkan fungsinya karena dikhususukan sesuai dengan kebutuhan dan standarisasi pabrik. Jangan khawatir adanya perbedaaan kualitas mortar.

Demikianlah fakta menarik dan unik yang harus kamu ketahui tentang mortar di segi konstruksi bangunan. Sangat menarik, bukan?. Yuk intip lagi artikel kami lainnya.

Daftar Pustaka

  1. SNI 03  – 6825 – 2002 tentang Metode pengujian kekuatan tekan mortar semen portland untuk pekerjaan sipil.
  2.  SNI 03 – 2834 – 2000 tentang Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.
  3.  Pagut, Adhytius, dkk. 2017. Karakteristik Teknis Beton dan Mortar Menggunakan Pasir Bondo Hitam  dan Bondo Merah. Jurnal Teknik Sipil FST Undana : Kupang
Gravatar Image
Hallo, Salam hangat para pembaca.. Perkenalkan saya Syidiq Mulya, Mahasiswa Teknik Sipil Angkatan 2018. Institut Teknologi Bandung. Senang menulis dan beberapa kali menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Provinsi dan Nasional.

Leave a Reply