Jenis ukuran batu belah

Jenis ukuran batu belah pada bangunan konstruksi

Posted on
Jenis ukuran batu belah umumnya terdiri dari beberapa ukuran yang biasanya dari berbagai ukuran inilah batu belah memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda beda untuk digunakan pada proyek konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis yang dijadikan standar kerja. Batu belah atau biasanya sering disebut batu split, sering dijadikan untuk komposisi agregat pada proyek : cor beton, beton pracetak, lapis perkerasan jalan aspal, bantalan kereta api, pemecah ombak, landasan pacu pesawat terbang, campuran untuk perkerasan tanah dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui jenis ukuran batu belah, komposisi agregat batu belah pada pekerjaan konstruksi dikelompokkan dalam 4 kelompok yaitu : [sc name=”iklan-display-terbaik” ]
1. Agregat kelas A
Agregat kelas A merupakan jenis komposisi ukuran batu belah yang biasanya juga disebut dengan batu sirtu, disebut dengan batu sirtu karena komposisi dari batu belah ini yang terdiri dari abu batu, pasir dan batu belah dengan beberapa ukuran, yaitu : batu belah dengan ukuran 10-20 mm, batu belah ukuran 20-30 mm dan batu belah dengan ukuran 30-50 mm. Berdasarkan penggunaannya, jenis batu belah untuk agregat kelas A akan banyak ditemui pada pekerjaan dinding beton serta sebagai bahan campuran cor beton.
2. Agregat kelas B
Komposisi campuran batu belah pada agregat kelas B sebenarnya tidak jauh berbeda dengan agreat kelas A, yang dimana komposisinya terdiri dari abu batu, pasir dan batu belah dengan ukuran batu 10-20 mm, batu belah ukuran 20-30 mm dan batu belah dengan ukuran 30-50 mm. Tetapi, ada perbedaan yang mencolok yang ditimbulkan oleh agregat kelas B terhadap agregat kelas A, dimana agregat kelas B ini memiliki campuran tanah. dalam campurannya, tidak ada pedoman khusus yang menjelaskan secara pasti komposisi dari tiap bahan karena komposisi yang digunakan disesuaikan dengan jenis penggunaannya. Penggunaan agregat kelas B umumnya sering dipakai pada bahan timbunan perkerasan jalan yang memiliki tujua untuk mengikat dan meratakan lapisan batu belah yang ada diatasnya.
Baca juga :   Cara Memasang Kanstin untuk Proyek Trotoar Jalan
3. Agregat kelas C
Berbeda halnya dengan komposisi pada agregat kelas A dan agregat kelas B yang memiliki komposisi ukuran campuran batu belah 10-20 mm, 20-30 mm dan 30-50 mm, agregat kelas C terdiri dari komposisi batu belah yang tidak beraturan. Komposisi lainnya sama seperti agregat kelas B yang terdiri dari tanah, pasir dan abu batu. Penggunaan agregat kelas C ini biasanya digunakan sebagai bahan timbunan reklamasi, pengurukan lahan dan lain sebagainya.

Leave a Reply