Pengertian dan fungsi rabat beton

Pengertian dan fungsi rabat beton

Pengertian dan fungsi rabat beton memiliki 2 makna yang berbeda dimana menyangkut tentang pemahaman apa sebenarnya rabat beton itu ? dan apa juga fungsinya dibidang konstruksi ?. Sebagian orang yang telah berpengalaman dibidang konstruksi pasti sudah mengetahui secara jelas dan paham tentang rabat beton beserta mutu yang seharusnya dipakai dalam pekerjaan konstruksi sesuai kondisi pemakaian rabat beton, tetapi mungkin jika anda awam mengenai rabat beton, perpusteknik.com akan membahasnya secara detail pada topik kali ini menyangkut pengertian dan fungsi rabat beton.

1. Pengertian rabat beton

Secara teknis, pengertian dari rabat beton merupakan komposisi bahan campuran yang terdiri dari perbandingan campuran agregat semen, pasir, kerikil dan air sehingga menghasilkan mutu yang disebut dengan “mutu beton”. Berdasarkan campuran mutu beton, hal ini sudah dijelaskan pada campuran beton berdasarkan mutu beton.

Untuk rabat beton sendiri biasanya digunakan pada proyek pembangunan gedung ataupun proyek perkerasan jalan yang dimana mutu betonnya sudah diatur pada spesifikasi teknis sebagai pedoman kerja dalam proyek konstruksi. Mengacu pada dokumen SNI 7394:2008 yang sudah menjadi acuan dalam takaran pelaksanaan pengecoran mutu beton, kesetaraan mutu beton disajikan pada tabel berikut :

Mutu beton K (Kg/cm2) Mutu beton f’c (MPa)
K-100 7.4 MPa
K-125 9.8 MPa
K-150 12.2 MPa
K-175 14.5 MPa
K-200 16.9 MPa
K-225 19.3 MPa
K-250 21.7 MPa
K-275 24 MPa
K-300 26.4 MPa
K-325 28.8 MPa
K-350 31.2 MPa
2. Fungsi rabat beton pada gedung
fungsi rabat beton

Fungsi rabat beton pertama adalah pada komponen gedung, yang dimana biasanya pada pekerjaan rabat beton pada gedung memiliki kualitas rendah yang memiliki mutu setara dengan K-100 atau setara dengan 7.4 MPa. Penggunaan rabat beton pada bangunan gedung biasanya dikenal dengan istilah “lantai kerja” yang difungsikan sebagai alas atau dudukan pondasi telapak, agar cor mutu tinggi yang dituang pada pondasi telapak tidak akan tercampur dengan tanah. Secara lengkapnya fungsi rabat beton pada gedung meliputi :

  1. Sebagai alas dudukan pondasi dangkal dan dalam seperti pondasi telapak, pondasi plat ataupun pondasi bored pile agar penuangan beton mutu tinggi pada pondasi tidak tercampur dengan tanah.
  2. Menjaga elevasi permukaan menjadi lurus
  3. Meningkatkan daya dukung terhadap pembebanan diatas permukaan tanah
  4. Mempermudah tukang dalam menjalankan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah
Baca juga :   Kelebihan dan kekurangan beton pracetak / precast
3. Fungsi rabat beton pada perkerasan jalan
fungsi rabat beton

Fungsi rabat beton pada perkerasan jalan umumnya lebih mengarah pada tahanan beban bergerak (beban dinamis) dari pejalan kaki ataupun kendaraan. Untuk mutu beton yang dipakai pun rata-rata lebih tinggi dibanding rabat beton yang dibuat dan difungsikan sebagai alas pada pondasi gedung.

Rata-rata mutu beton yang dipakai untuk perkerasan jalan adalah beton dengan mutu K-225 atau setara dengan 19.3 MPa, bahkan mutu beton yang dipakai bisa lebih dari K-225 apabila kendaraan sering lewat di jalur jalan rabat beton. Secara lengkapnya fungsi rabat beton pada perkerasan jalan meliputi :

  1. Memikul beban dinamis (pejalan kaki ataupun kendaraan)
  2. Menjaga permukaan yang dilalui tidak becek karena tanah terkena hujan
  3. Mencegah serangga dan binatang lainnya naik ke permukaan
  4. Menjadikan lokasi pedalaman yang menggunakan jalan rabat beton menjadi lokasi yang tergolong strategis
  5. Mencegah kelembaban permukaan tanah

Baca juga: Jual Buis Beton

4. Keunggulan menggunakan rabat beton

Berdasarkan fungsi rabat beton, hal ini membuat rabat beton memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan jenis perkerasan lainnya seperti halnya menggunakan paving block. kelebihannya mencakup :

  1. Dapat mengatur mutu beton yang dipakai sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia.
  2. Pekerjaannya cepat dan mudah jika dibandingkan dengan perkerasan menggunakan paving block.
  3. Daya resap air pada jalan rabat beton tergolong sangat sedikit karena tidak memiliki celah seperti garis-garis dari kuncian paving block
  4. Dapat dilaksanakan secara konvensional dengan peralatan seadanya tanpa harus pabrikasi seperti paving block.
5. Kekurangan menggunakan rabat beton

Tak lepas dari kelebihannya, rabat beton seperti bahan konstruksi lainnya yang dimana selain memiliki kelebihan, rabat beton juga memiliki kekurangan yang mencakup :

  1. Tidak bisa dikerjakan dalam keadaan hujan karena akan menurunkan mutu beton serta menjadikan komposisi material penyusun semen, pasir, kerikil dan air tidak terkomposisi dengan baik.
  2. Tidak bisa dikerjakan secara terputus, karena beton lama dan beton baru sulit untuk bersatu dan kadang ini menjadi penyebab adanya retakan pada jalan rabat beton.
  3. Campuran material penyusun rabat beton yang tidak terkomposisi dengan baik, dengan lebih banyak kandungan kerikil akan menyebabkan kondisi jalan rabat beton menjadi kasar dan tidak nyaman untuk dilalui.
  4. Jalan rabat beton yang memiliki mutu beton kurang dari K-225, biasanya sering menjadi penyebabnya jalan rabat beton berlubang karena mutu beton yang rendah kurang kuat menahan beban dinamis kendaraan.
Mohon dukungannya...
Ayo dukung website perpusteknik.com dengan berlangganan konten terbaru !! caranya dengan mengklik lonceng disudut kiri bawah atau lihat petunjuknya disini… dan jangan lupa juga bagikan konten-konten di perpusteknik.com untuk saling menambah pengetahuan melalui media sosial. Terima kasih atas dukungannya ^_^…

Perpus Teknik

Pemilik sekaligus pengelola Website Perpusteknik.com

Leave a Reply

Hak Cipta © PerpusTeknik 2020